Skip to main content

Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional


Kamu pasti tidak asing dengan keberadaan Bank. Bank tidak pernah bisa lepas dengan kegiatan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Bank merupakan lembaga keuangan yang sah yang operasionalnya diatur dalam perundang-undangan. Di Indonesia sendiri terdapat dua jenis bank yaitu bank Syariah dan Bank Konvensional.

Beberapa tahun belakangan ini bank syariah sangat diminati masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam.

Hadirnya bank syariah menjadi solusi atas transaksi riba yang terjadi di bank Konvensional. Dengan bank syariah masyarakat Islam di Indonesia dapat melakukan transaksi keuangan di bank tanpa perlu takut akan riba.

Untuk membahas lebih lanjut tentang perbedaan bank syariah dan bank konvensional. Yuk simak ulasannya dibawah ini!

  1. Sistem Operasional

Perbedaan bank syariah dan bank konvensional yang paling utama adalah dalam sistem operasional. Bank Syariah dalam sistem operasionalnya menerapkan prinsip-prinsip syariat Islam yang didalamnya dilakukan akad yang sah sesuai dengan prinsip syariat Islam.

Semua aktivitas taransaksi yang dilaksanakan didalam bank syariah harus dilaksanakan sesuai dengan Fatwa MUI yang dikelaurkan bersarkan syariah Islam. Dalam pelaksanannya Bank Syariah juga diawasi juga dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 

Sedangkan bank konvensional sistem operasionalnya dilaksanakan atas prosedur perbankan yang diatur oleh negara dan pihak terkait dalam hal keuangan. Bank Konvensional juga harus taat dengan peraturan hukum yang berlaku pada negara tersebut.

  1. Pengelolaan Dana

Perbedaan bank syariah dan bank konvensional yang sangat terlihat adalah dalam pengelolaan dana nya. Pada bank syariah pengelolaan dana nasabah harus dilakukan berdasarkan syariat Islam.

Pengelolaan dana pada bank syariah harus diberikan untuk pembiayaan pada kegiatan dan aktivitas yang dinilai Halal.

Sedangkan pada bank konvensional pengelolaan dana bebas disalurkan asal menguntungkan kedua belah pihak dan tidak menyalahi peraturan dari Pemerintah yang berlaku. Hal ini harus dipahami oleh nasabah karena pada dasarnya bank memiliki kewajiban untuk menyimpan dana nasabah dan menginvestasikannya.

  1. Orientasi Perbankan

Orientasi perbankan menjadi salah satu perbedaan bank syariah dan bank Konvensional. Pada bank Konvensional dalam sistem operasionalnya dan prinsip yang dilaksanakan hanya mengedepankan profit oriented saja.

Sementara pada bank syariah lembaga keuangan ini bukan hanya menjadi keuntungan saja. Bank Syariah juga menjalankan aktivitas bisnis yang mengedepankan kebahagian dunia akhirat yang memberikan rasa makmur serta nyaman kepada para nasabahnya.

  1. Pembagian Keuntungan

Bunga merupakan salah satu cara pembagian keuntungan di bank konvensional. Dalam islam bunga merupakan riba yang haram dan harus dihindari.

Oleh karena perbedaan bank syariah dan bank konvensional adalah dalam pembagian keuntungannya. Pada bank syariah keuntungan dilakukan sesuai dengan kinerja dari bank tersebut atau disebut dengan pembagian Nisbah atau bagi hasil sesuai dengan akad yang dipilih.

Nasabah bank syariah akan mendapatkan keuntungan yang besar ketika bank syariah mendapatkan keuntungan lebih dari produk bank yang digunakan nasabah, dan berlaku sebaliknya.

  1. Pengawasan Perbankan

Perebdaan bank syariah dan bank konvensional selanjutnya yaitu badan yang mengawasinya. Bank syariah diawasi oleh Dewan Pengawas yang didalamnya terdapat ahli ekonomi dan agama yang sangat paham akan fiqih muamalah.

Dewan pengawas ini bertujuan agar semua kegiatan bank syariah tidak menyalahi atauran dan prinsip perbankan syariah yang sesuai dengan ajaran islam. 

Sementara, bank konvensional tidak terdapat Dewan pengawas, bank konvensional melaksanakan seluruh kegiatannya berdasarkan hukum dan aturan dari pemerintah setempat.

Sumber: https://beritakubaru.com/

Comments

Popular posts from this blog

Apakah Perbedaan CV dan Cover Letter Dari Segi Pengertian?

Perbedaan CV dan cover letter dapat terlihat dari pengertiannya. Bagaimana kedua pengertian surat tersebut berbeda? Inilah poin pentingnya: Pengertian Curriculum Vitae Curriculum vitae merupakan sebuah daftar riwayat hidup yang memuat tentang biodata Anda. Termasuk daftar lengkap pendidikan serta tambahan pengalaman kerja yang dimiliki oleh sang pelamar. Jika Anda mengirim  curriculum vitae via e-mail, maka Anda harus melampirkan foto formal terbaru. Pengertian Surat Pengantar Surat pengantar adalah sebuah surat yang digunakan untuk mengantar dokumen curriculum vitae atau resume. Surat pengantar dapat Anda kirimkan untuk melamar suatu posisi tertentu. surat pengantar memuat deskripsi berkenaan motivasi Anda melamar sebuah lowongan khusus. Di samping itu juga memuat alasan mengapa Anda perlu menjadi kandidat yang terpilih untuk posisi tersebut. Tujuan Curriculum Vitae Curriculum Vitae adalah salah satu dokumen paling utama yang wajib anda siapkan ketika ingin melamar kerja, magang hingg

Mengetahui Makna dari Doa dan Waktu Mustajab

Suanetizen.com - Doa memiliki pengertian sebagai ibadah yang hakiki karena ketika berdoa menunjukkan kepasrahan diri kepada Allah Swt. dan tidak paling dari Nya. Dengan berdoa kita akan senantiasa mengingat keterbatasan diri. berdoa juga menjadi kebutuhan rohani agar diri ini tenang dan selalu mengingat sang pencipta. Terdapat waktu mustajab dalam berdoa agar doa kita diterima dan dikabulkan oleh Allah. Selain itu, berdoa memiliki berbagai makna jika melakukannya dengan tulus, ikhlas dan bersungguh-sungguh. Berikut adalah ulasan mengenai makna dari berdoa yang perlu Kamu ketahui. Makna Doa dalam Al-Qur’an  1. Doa sebagai Ibadah Berdoa bisa dinilai menjadi sebuah ibadah, karena ketika berdoa seseorang telah mengakui kehambaan dirinya di hadapan Allah Swt. Ibnu Manzur yang dikutip oleh Baiquni berpendapat jika dalam Q.S Al-A’raf [7]:194 berdoa memiliki makna sebagai ibadah. Allah Swt. menentang orang-orang yang menyembah selain Allah, karena mereka menyembah berhala yang tidak dapat memb

Tips Menyimpan Rendang Agar Tahan Lama dan Rasanya Tetap Nikmat

Suanetizen.com -  Apa menu makanan Anda hari ini? Rasanya memasak resep rendang padang bisa mejadi pilihan yang tepat untuk menemani santapan harian. Selain rasanya yang lezat dan nikmat, rendang juga tahan lama, sehingga cocok dimakan lagi untuk menu sahur bahkan tahan dalam beberapa hari kedepan. Biasanya memasak rendang tidak hanya dalam jumlah sedikit, tetapi dalam jumlah banyak. Apalagi pada saat hari raya atau hajatan lainya. Dengan begitu, sisa rendang bisa disimpan dalam lemari kulkas untuk makan di hari berikutnya.  Dalam sejarahnya, rendang memang dibuat oleh orang Minang sebagai bekal merantau yang bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan. Maka dari itu, rendang dipilih sebagai bekal makanan sebab bisa lebih tahan lama. Rendang yang tahan lama ini tak terlepas dari bumbu rempahnya yang kaya ditambah proses memasaknya yang membutuhkan waktu berjam-jam sehingga mampu emnghasilkan daging rendang yang legit, enak dan konsistensinya lembut.  Tips menyimpan daging rendang padang