Begini Berita Terbaru Modus Jasa Penyebar Kebencian Saracen!

Sumber: Berita terbaru IDN Times

Seperti dilansir berita terbaru kali ini ada peristiwa yang mengejutkan. Satgas patroli cyber Polri berhasil menangkap dan meringkus sebuah jasa penyebar kebencian di sosial media. Masing-masing pelaku terdiri dari 3 orang di ringkus oleh Polisi.

Di antaranya inisial pelaku MFT ( 32 ), JAS ( 32 ), dan SRN ( 32 ) mereka semua ternyata mempunyai bisnis atau jasa ujar kebencian yang bernama “ Saracen” dan diperkirakan para pelaku ini menjalankan jasanya ini sudah sejak lama dari tahun 2015.

Dan kalau kamu mau tahu tarif yang di hargai oleh jasa ini juga sangat mencengangkan yaitu sampai puluhan juta rupiah. Hal ini di ketahui oleh dari salah satu anggotanya yang bernama Sri Rahayu Ningsih (32 Tahun), akan tetapi dia ini sempat menyangkal tuduhan kalau dia ikut terlibat dalam kelompok ini.

Cara Kelompok Ini Melakukan Aksinya

AKBP Susatyo Purnomo sebagai Kepala Sub Bagian Operasi Satuan Tugas Patroli Siber sudah menjelaskan kalau penangkapan kelompok jasa ujar kebencian ini pada tanggal 5 Agustus 2017, para pelaku melakukan aksinya sesuai tugas masing-masing.

Pelaku bernama inisial SRN ini melakukan aksinya lewat media sosial Facebook miliknya, membuat berita HOAX, penghinaan ke berbagai partai politik, ormas dan lain-lain. Dan anggota dari kelompok ini punya koordinator di wilayahnya masing-masing.

Tidak sampai disitu saja, selain di sosial media, kelompok Saracen ini juga melakukan aksinya di situs Saracennews.com dan juga banyak koneksi yang terhubung pada situs sehingga banyak para netizen juga ikut bergabung kedalamnya.

Kalau kamu mau tahu gimana cara pemesanan untuk jasa ini, mereka biasanya harus membuat proposal terlebih dahulu, dalam proposal itu sudah berisikan sistem kerja dan kontrak kerjanya lalu tidak lupa untuk berapakah biaya yang harus dibayar jika ingin menggunakan jasa ujar kebencian ini. Biasanya kelompok Saracen ini bisa mendapatkan uang 75 Juta Rupiah sampai dengan 100 Juta Rupiah untuk satu proposal loh? Wow

Pihak Kepolisian sudah menangkap kelompok ini dan telah menyita juga berbagai macam barang bukti yaitu adalah ponsel, laptop, flashdisk, hardisk, dan juga ada beberapa hardware. Barang bukti ini adalah sebagai barang milik para pelaku untuk melakukan aksi jasa ini. Para pelaku dijerat dengan Pasal 46 ayat 2, Pasal 30 ayat 2 dan Pasal 46 ayat 1, Pasal 30 ayat 1, UU ITE Nomor 19 tahun 2016 dan Pasal 45A ayat 2 , Pasal 28 ayat 2, UU nomor 19  Tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman hukuman penjara 4 sampai 7 tahun.

Comments

Popular posts from this blog

8 Contoh Ucapan Selamat Ulang Tahun Mengandung Doa Baik Untuk Kakak Laki Laki

Bingung Mau Main Apa? Cek 10 Game Online PC Ringan Berikut

Inilah Tips Menjaga Kecantikan Wajah Di Malam Hari Yang Bisa Anda Coba